Lihatlah Ibunda, yang ada di alam sana
dan Ayahanda, di mana pun engkau berada
Cukup 24 tahun bagiku
untuk menjadi kalian berdua
Aku nyaris melarikan istri orang
dan sekarang aku akan mencoba peruntungan
Mencabut nyawaku sendiri
Tidakkah kalian bangga?
------------------------------------------------------------------------------------------
Aku bosan diam
Aku ingin berteriak lantang
Menembus segenap celah dan semua lubang
Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang
Aku mencintainya
------------------------------------------------------------------------------------------
Wahai, Tuhan,
aku tahu kita tak saling bicara
Tapi, tentunya Kau masih ingat aku,
sebagaimana aku tak menyangkal-Mu.
Dan, jika ini detik-detik penghabisanku,
bebaskan aku berbicara semauku.
Izinkan aku kesal kepada-Mu di dalam kepasrahanku.
Sepanjangnhidup Engkau selalu membingungkan.
Dengan cara-cara aneh, Kau tunjukkan keagungan.
Kau, dengan teka-teki-Mu bernama Takdir.
Bahkan, di saat seperti ini, ada saja cara kalian membuatku
tertawa sekaligus tersindir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar